![]() |
| https://rri.co.id/ |
RRI.CO.ID, Bintan — Kasus perundungan atau bullying yang terjadi di SMKN 1 Seri Kuala Lobam, Kabupaten Bintan, berakhir damai setelah dimediasi oleh Lembaga Adat Melayu Kabupaten Bintan. Ketua LAM Bintan, Dato' Syahri, mengatakan kedua belah pihak telah sepakat menyelesaikan persoalan secara musyawarah dalam mediasi yang digelar di Gedung LAM Bintan.
“Alhamdulillah sudah kita musyawarahkan untuk berdamai, dan kedua belah pihak saat ini sudah berdamai. Ke depan kami meminta pihak sekolah untuk lebih memperhatikan kasus bullying agar tidak terjadi hal serupa,” ujar Dato' Syahri, Rabu 29 April 2026.
Ia berharap kejadian tersebut menjadi perhatian bersama, khususnya pihak sekolah, agar pengawasan terhadap peserta didik dapat lebih ditingkatkan.
Kepala SMKN 1 Seri Kuala Lobam, Mustafa Kamal, menyebut kondisi korban saat ini masih belum kembali bersekolah lantaran masih mengalami trauma pasca kejadian.
“Untuk korban saat ini memang masih belum masuk sekolah, namun pihak sekolah akan terus berkomunikasi bersama korban agar bisa kembali ke sekolah,” kata Mustafa.
Pihak sekolah, lanjutnya, berkomitmen mendampingi korban serta melakukan langkah evaluasi agar kasus serupa tidak kembali terjadi di lingkungan sekolah. Sebelumnya, kasus bullying terjadi di SMKN 1 Seri Kuala Lobam, Busung, Kabupaten Bintan. Korban diketahui merupakan siswa kelas 10 jurusan Teknik Kendaraan Ringan Otomotif (TKRO) dengan inisial G.P. Kasus ini sempat menjadi perhatian masyarakat sebelum akhirnya diselesaikan melalui jalur mediasi.

0 Comments