BINTAN – Kepala SMK Negeri 1 Seri Kuala Lobam, Mustafa Kamal angkat bicara atas viralnya video di Media Sosial (Medsos) dugaan bullying terhadap pelajar di sekolahnya.
Peristiwa dugaan bullying melalui pemukulan hingga diterjang antar pelajar di dalam kelas terjadi pada 16 April 2026 lalu.
Menurut Mustafa Kamal saat dijumpai di SMK Negeri 1 Bintan Timur, Selasa 28 April 2026, diduga pelaku mendapat ucapan tidak pantas yang dilontarkan oleh korban.
Hal ini membuat pelaku tidak terima, sehingga menjadi cekcok sampai terjadi seperti video yang beredar saat ini.
Setelah itu, pihak sekolah memanggil kedua pihak bersama orang tuanya untuk dilakukan mediasi dan penyelesainnya di Kantor Polsek Bintan Utara.
“Masalah ini sudah selesai melalui mediasi. Kami ada foto dan bukti-bukti mereka berdamai, dan disaksikan guru BK, guru kesiswaan serta Bhabinkamtibmas,” terang Mustafa.
Meski sudah berdamai, pihak sekolah sudah menerbitkan hingga memberikan surat teguran pertama, dan diberikan sanksi kerja bhakti kepada pelajar yang diduga telah bullying terhadap temannya di dalam kelas.
Jadi, pelajar tetap masuk sekolah tapi tidak mengikuti proses belajar-mengajar di dalam kelas. Karena selama sepekan, pelajar tersebut hanya membersihkan halaman sekolah, dan toilet di sekolah.
Selain itu, pelajar tersebut juga diberikan kesempatan hanya membaca buku di dalam perpustakaan, dan mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru kesiswaan.
“Sanksi itu diterima oleh orang tua pelajar tersebut. Karena pelajar tersebut tidak pernah melakukan pelanggaran selama di sekolah. Sebab, pelajar tersebut memiliki prestasi di sekolah,” terangnya.
“Masalah ini sudah selesai. Mereka sudah berdamai. Insya Allah, besok (Rabu) kami di undang oleh LAM Bintan terkait ini,” sebut dia mengakhiri.

0 Comments